Belajar Lebih Menyenagkan

10 Metode : Belajar Lebih Menyenangkan

Belajar di Jaman Dulu dan Sekarang

Metode yang biasanya kita lihat adalah metode tradisional yan dimana guru menggunaka, papan tulis, meja, penggaris, pensil, dan buku pelajaran. Seorang guru profesional yang tegas berdiri di depan ruangan sambil tersenyum saat mengajar di kelas.

Ini adalah gambar yang terlihat di banyak film, dan beberapa orang dewasa benar-benar memilikinya di kelas bertahun-tahun yang lalu. Guru mungkin telah menghabiskan banyak waktu dan berbicara di kepala Anda atau berbicara di depan papan tulis dan mengajar  kelas yang terlihat cukup membosankan.

Guru membatasi kelas untuk mempelajari buku teks dan memberikan kuis dan tes mingguan. Kadang-kadang sangat menyenangkan bagi siswa untuk menonton film di kelas, meskipun itu membosankan. Lupakan pembelajaran di luar kampus. Para siswa beruntung jika mereka bisa mengambil istirahat dari waktu ke waktu.

Kemudian ketika tiba saatnya untuk ujian, lembar kerja itu tampak setua mereka. Siswa yang mengangkat tangan sering berkata, “Saya tidak bisa mengerti nomor 15.” Setelah itu, siswa lain setuju dan mengangguk dan bergumam. Ini akan menjadi nilai yang panjang di kelas tertentu.

Baca Juga  Semangat Budi Utomo : Ruh Hari Kebangkitan Nasional

Kelas tersebut tidak memiliki informasi yang mudah diakses yang dapat memberikan ide-ide inspiratif kepada siswa, karena internet tidak ada beberapa tahun yang lalu. Guru mungkin terlalu sibuk mencetak disertasinya dan mengurus keluarganya.

Apa pun alasannya, dia tidak punya apa-apa hari ini. Ada banyak situs web, artikel, dan cara lain untuk membuat belajar menjadi menyenangkan bagi anak-anak Anda. Saran berikut dapat membantu merangsang keterampilannya sekaligus menjadikan kehidupan kelas lebih menarik sebagai orang tua yang ingin membantu anak atau guru Anda.

Berikut Ini 10 Metode Agar Belajar lebih Menyenangkan

  1. Cipakan Suasana Kelas

Ajarkan Saat Anda memulai tema atau topik baru, mengapa tidak mendekorasi kelas yang terkait dengan tema tersebut? Misalnya, jika Anda ingin mengajar tentang dinosaurus, mengapa tidak memasang poster tentang dinosaurus di kelas Anda?

  1. Lebih Banyak Praktek

Sehubungan dengan topik, guru akan memberikan hal-hal menyenangkan yang dapat dibawa pulang dan dilukis oleh anak-anak, memecahkan teka-teki, memamerkan stiker, buku warna-warni, dan lainnya.

  1. Alat Peraga yang Menarik

Selalu siapkan DVD menarik untuk “memulai” tema baru.

  1. Kaitkan Dengan SEuatu yang Menyenangkan

Tetapkan waktu di siang hari, mungkin hari Jumat, ketika siswa perlu bekerja sama dalam proyek yang berhubungan dengan topik. Siswa dapat menyatukan teka-teki, menonton video, menulis dan menggambar apa yang benar-benar mereka sukai, dan bermain game yang membantu mereka mengingat apa yang telah Anda ajarkan.

  1. Hadirkan Pembawa Materi Baru

Terkadang seorang pembicara datang dan ingin membicarakan sesuatu selain diri Anda sendiri di kelas. Cari tahu dari orang tua siswa apakah mereka mengenal seseorang yang bersedia datang ke kelas untuk membicarakan topik yang Anda ajarkan.

Baca Juga  5 Alasan Penting, Belajar Bahasa Asing

Mintalah pembicara untuk membawa sesuatu untuk membantu siswa mengingat kunjungan mereka.

  1. Diskusi Tentang yang Diajarkan Pemateri Baru

Diskusikan apa yang Anda lakukan dengan guru lain, dan mungkin mereka akan membantu Anda. Mereka mungkin tertarik untuk mengajak mereka menghadiri kelas.

  1. Perlu Tempat Baru

Selidiki komunitas lokal untuk acara-acara yang akan membantu Anda mengajar. Mungkin ada “hari kebun binatang gratis”, dan Anda kebetulan mengajar tentang binatang.

  1. Beli Produk Sesuai Materi

Harap berhati-hati tentang penjualan. Anda mungkin dapat membeli produk yang sesuai dengan topik dengan harga yang wajar.

  1. Mainta Masukan orang Tua

Beri tahu orang tua Anda bagaimana Anda dapat menggunakan masukan Anda, baik secara verbal maupun fisik.

  1. Bertukar Pikiran Dengan Guru lain

Kunjungi forum dan blog online atau buat profil jejaring sosial Anda sendiri untuk terhubung dengan guru lain dan bertukar pikiran.